Masjid dan Anak-anak

Kadang, berisik anak-anak di masjid memang mengganggu. Entah shalat atau ibadah lain jadi tidak nyaman, bahkan ada yang terpancing emosi. Namun, berisik itu mungkin lebih baik dari pada mereka berisik ditempat lain diluar masjid. Setidaknya pada saat itu, mereka ada di masjid. itu saja sudah lebih baik.

Mesjid di dekat kosan saya sering ramai anak-anak. Kalo subuh, ada beberapa yang rutin saya lihat hadir. Usia 4-6 tahun. Mungkin ikut bapaknya, mungkin memang sudah kebiasaannya. Paling semarak, ya maghrib. Biasa. Dimana-mana juga begitu. Yang mungkin tidak biasa, berisik anak-anak ini minimal. Selalu ada bapak-bapak yang meluangkan waktunya mengatur shaf anak-anak tersebut. Tiap anak diselipkan diantara orang dewasa di setiap shaf. Bahkan beberapa kali, shaf pertama juga kebagian selipan. Efektif memang, shalat jadi lebih tidak berisik. Meskipun shalatnya macam-macam gayanya. Ada yang goyang-goyang, liat kanan-kiri nyari temennya, bergumam nyanyi, atau yang gak tahan kabur ke belakang. Namun ini efektif menguragi berisik dan lebih nyaman. Beberapa anak-anak ini rutin ke masjid dan ada yang otomatis nyelip sendiri ke shaf-shaf. Pembiasaan yang berhasil mungkin.
Apapun, anak-anak dimasjid adalah kebaikan. Dan semestinya orang dewasa mendukung ini. Semoga.

AU

20.08.19


Leave a comment