Mendengar frasa bedah jantung bagi sebagian orang terdengar menakutkan. Karena berhubungan dengan organ paling vital pada tubuh. Jantung adalah organ yang dipersepsikan sebagai tanda kehidupan. Jantung berdetak pertanda seseorang masih hidup. Jantung yang berhenti adalah pertanda buruk. Sehingga apapun kondisi yang berhubungan dengan jantung akan dianggap sebagai sesuatu yang teramat sangat penting dan sebisa mungkin jangan diusik, karena resiko adalah antara hidup dan mati.
Namun, berita buruknya, jantung adalah organ tubuh yang paling beresiko menimbulkan morbiditas (kena sakit) dan mortalitas (kematian) pada seseorang. Penyakit jantung koroner adalah pembunuh nomor satu di dunia saat ini. Pada penyakit ini terdapat sumbatan pada pembuluh darah koroner (pembuluh darah yang menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk jantung agar dapat berdetak) sehingga membuat fungsi jantung menjadi menurun, dengan gejala utama yang paling sering yaitu nyeri dada. Selain jumlah kasus yang terus bertambah, rataan usia penderitanya semakin muda dari tahun ke tahun. Penyakit jantung katup (klep jantung) juga semakin banyak diderita. Begitu pula penyakit jantung bawaan, terutama pada anak-anak. Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian yang serius dari kita semua.
Lalu apa kaitannya dengan Bedah Jantung? Salah satu modalitas atau cara penanganan penyakit jantung adalah dengan bedah jantung. Sering kita mendengar istilah operasi bypass atau operasi ganti katup. Kedua jenis operasi ini adalah operasi jantung.
Operasi bypass adalah istilah lazim untuk bedah pintas koroner ( Coronary Artery Bypass Graft atau CABG). Operasi ini bertujuan untuk membantu pasien yang menderita penyakit jantung koroner dengan cara membuat bypass /jalur pintas aliran darah melewati sumbatan koroner dengan menggunakan pembuluh darah dari pasien sendiri (graft). Outcome atau hasil dari operasi ini sangat baik. Operasi katup adalah jenis operasi jantung yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti katup (lazim disebut ‘klep’) jantung yang mengalami kerusakan. Operasi jantung juga dapat dilakukan untuk pasien yang didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan sejak lahir. Sehingga kelainan yang ditemukan dapat segera dikoreksi sehingga jantung dapat berfungsi normal atau paling tidak ‘mendekati’ normal.

Operasi ini dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vakular (Sp. BTKV), dokter Spesialis Anestesi khusus Bedah Jantung, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah, perawat anestesi dan perawat bedah dan perfusionist yang mengoperasikan mesin pintas jantung paru. Pasca operasi pasien akan ditangani bersama oleh tim diatas bersama dokter konsultan intensivis dan perawat di ruangan ICU dan ruangan biasa, hingga akhirnya pasien dapat berobat jalan. Bidang spesialis lain tentu juga berperan jika terdapat kondisi terkait yang memerlukan konsultasi. Nutrisi pasien ditangani dokter Spesialis Gizi Klinik dan pemulihan pasien ditangani oleh Spesialis Rehabilitasi medik. Nutrisionis, fisioterapis,petugas administratif dan petuga teknis lain semua berkolaborasi hingga pasien dapat menjalani operasi dengan lancar dan kembali pulih.
Saat ini bedah jantung telah jauh berkembang. Berbagai Teknik baru telah dikembangkan. Masa rawatan pasien semakin pendek. Penangana nyeri pasca operasi yang optimal. Pemulihan setelah pulang dari rumah sakit sangat terkontrol. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan bingung lagi tentang bedah jantung jika suatu ketika membutuhkan layanan ini.



