Apple’s Secret Admirer

Tulisan lama saya tanggal 15 Juni 2014.

Saya selalu terkesan dengan Steve Jobs. Kagum mungkin. Waktu SMP saya ingat pernah bersentuhan dengan produk Apple, komputer kalo tidak salah. Waktu itu logo Apple masih yang warna-warni. Hanya satu atau dua kali kali seingat saya. Waktu itu belum tau siapa Steve Jobs, belakangan juga baru tahu tahun-tahun itu Steve Jobs baru masuk Apple lagi.

Saya mulai tertarik lagi dengan Apple ketika tahun 2010, saat iPad dirilis. Barang ini bagus, saya ikut jual-jualin waktu itu. Meskipun tidak ada yang laku. Baru kemudian saya tertarik dengan sosok Steve Jobs. Baca-Baca. Lalu kemudian beli biografinya persis setelah kematiannya 2011. Itu biografi tebal pertama setelah Sirah Nabi dan Sahabat, yang saya betul-betul tuntaskan dalam beberapa kali kesempatan baca.

Saya senang kisah perjalanan hidupnya. Pidatonya di Stanford juga berulang saya dengar. Ini orang memang luarbiasa. Stay Hungry, Stay Foolish itu statement yang keren.

Dan efeknya, saya senang dengan produk Apple. Namun –ini bagian teranehnya –  saya tak pernah punya gadget Apple dan masih setia dengan Android. Hahaha. Ya begitulah. Saya kagumi produk-produknya, tapi tak pernah punya. Ada bebeberapa kali kesempatan saya ingin sekali beli iPod dan iPhone, sudah mau klik icon ‘Buy this Item’ di layar laptop saya, tapi tetiba buyar. Seketika pertimbangan macam-macam muncul, dan akhirnya batal beli. Macbook adalah barang yang paling saya inginkan disaat yang lain. Tapi selalu saja jadi malas ketika akan berikhtiar membeli.Lagi-lagi tak jadi Aneh,iya, aneh. Saya saja heran. Hahaha.

Belakangan saya punya keinginan bahwa saat saya memang akan memiliki barang-barang ajaib itu, adalah ketika saya adalah orang yang benar-benar mampu menggunakan segala kesempurnaan yang dimilikinya.

Ah, sudahlah.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

22 Juni 2020

Hari ini? Masih konsisten belum pernah beli sendiri produk Apple, tapi mulai menggunakannya secara rutin. Dikasi pinjam. Hahaha.


Leave a comment