Saya membaca beberapa buku 1-2 minggu terakhir. Salah satunya Deep Work-nya Cal Newport. Sebelumnya saya pernah membaca buku ini versi Kindle, namun hanya seperempat, lalu kemudian skip dan pindah membaca bukunya Sidharta Mukherjee yang Cancer itu. Buku yang ini versi terjemahan. Jujur saya katakan, terjemahannya buruk sekali. Saya harus membaca berulang pada sebagian besar paragraf untuk mendapatkan pesan yang ingin disampaikan. Kualitas terjemahannya seperti Google Translate yang belum diedit. Parah.
Terlepas dari itu, pesan yang disampaikan oleh buku ini dalam sekali. Berbicara tentang Deep Work -diterjemahan sebagai Kesungguhan Kerja oleh penerjemahnya- , penulisnya memberikan semacam pengalaman pribadinya dalam bentuk buku. Bergelar profesor teknologi informasi di Georgetown University di usia muda dan sama sekali tidak pernah memiliki akun sosial media, adalah jaminan bagi saya bahwa tulisan yang dibuatnya betul-betul adalah sesuatu yang dia sudah tuntas mengerjakannya. Artinya penulis membuat buku berdasarkan pengalamannya. Sesuatu yang sudah dijalani dan dibuktikan sendiri hasilnya. Saya respect pada jenis tulisan seperti ini.
Saya memahami Deep Work ini sebagai sebuah fase dimana aktifitas dikerjakan dalam periode yang tanpa gangguan, betul-betul fokus dan memberikan hasil yang jelas dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Bentuk aktifitas seperti membutuhkan usaha dan latihan yang berat. Apalagi di zaman sekarang yang penuh distraksi. Distraksi yang paling besar adalah kehadiran internet. Lebih spesifik lagi, sosial media. Cal Newport membuat sebuah bab khusus yang membahas tentang bagaimana berhenti dari sosial media. Tentu saja saya menjadi sangat relate dengan kondisi ini.
Deep Work betul-betul menjadi aktifitas yang sulit menurut saya. Saat ini, untuk fokus mengerjakan sesuatu selama 1 jam saja sudah cukup berat. Bahkan di menit ke 30 saja, distraksi-distraksi mulai muncul. Tentu berbeda kondisi ketika operasi. Tidak mungkin saya mengerjakan hal lain. Hal ini juga memberikan penguatan bagi saya, bahwa kondisi kerja dan lingkungan kerja membuat Deep Work ini sebenarnya sangat realistis. Ketika operasi tidak mungkin lagi saya menyentuh handphone. Mestinya hal ini bisa diterapkan ketika mengerjakan hal lain. Ketika operasi saya tentu harus punya rencana yang jelas apa yang akan dikerjakan dan berbagai skenario lain sebagai back-up. Dan yang pasti operasi harus selesai. Ini menjadi sebuah pola yang mestinya bisa diterapkan diluar meja operasi.
Saya coba terus belajar untuk ini.
