Jadi, saya baru menyelesaikan satu tahapan lagi dalam status CPNS. Jumat pekan ini. Latihan Dasar CPNS Kementrian Kesehatan. Latsar CPNS Kemkes. Biasanya cukup disebut Latsar saja. Lebih sering, saya menyebutnya Prajab. Jika yang bertanya orang-orang tua, saya sebutnya LPJ. Sesuaikan saja.
Apa yang menarik? Banyak.
Ini Latsar CPNS daring penuh pertama sepanjang sejarah. Seluruh sesi dilaksanakan jarak jauh. Duduk didepan gawai. Total 4 bulan. materi ajar seluruhnya diunduh dan dipelajarui sendiri. Kemudian diperdalam melalui kuliah oleh mentor dan dipadatkan lagi oleh fasilitator melalui berbagai kegiatan. Tugasnya juga banyak. Baru kali ini saya bikin vlog untuk bikin tugas. Selain itu juga kegiatan roleplay juga tidak sedikit. Seluruh dikerjakan daring. Unik. Pemateri dan fasilitator juga unik. Tampak sekali mereka sangat menguasai perannya.
Kelompok saya terdiri dari 8 orang termasuk saya. Empat orang dari tempat saya bekerja, dan 4 orang lagi dari Palembang. Empat dokter spesialis, 2 dokter gigi spesialis dan 2 apoteker. Tahap awal kami masih agak canggung. Saya sendiri rasanya sudah sangat lama tidak ikut pelatihan semacam ini. Namun pelan-pelan cair. Ternyata semuanya koplak. Tugas-tugas tetap selesai. Meskipun kadang deadliners. Menyenangkan.
Kelompok saya ada Pak Ridho, Ortoped hitz Palembang. Sering dibilang dia ini kembaran saya. Karena jidatnya mirip. Lalu ada Ajo Andry, Internist hitz Padang. Kalo ini partner saya dari kuliah dulu. Panggilan super-nya Dum. Bendum. Berikutnya Pak Fadil, calon Dirjen. Uroloh hitz Palembang. Peserta terbaik nomor 3. Ketua kelompok kami. Lalu ada Ibu Andien. Nama aslinya Sekar. Mirip sekali dengan Andien yang artis jazz itu. Ibu sekretaris kelompok kami. Selanjutnya Ibu Azkia dan Ibu Devina. Duo Amak dan Anak apoteker. Rapi sekali kerjaannya. Laporan akhirnya tebal tak terperi. Terakhir Ibu Yuli. Artis utama tugas roleplay kami. Paling sabar meghadapi anak-anak sakit gigi. Demikian kelompok unik ini.
Coach kami namanya Ibu Devi. Baik sekali orangnya. Kami dikirimi template power point untuk laporan akhir kegiatan aktualisasi. Bagus disainnya. Saya pakai pasti. Saya heran, ibu-nya bisa sabar bimbing kelompok kami yang banyak gaya. Kami doakan Ibu devi sehat sentosa sepanjang masa.
Mentor kami Pak BESTari. Sesuai nama, terbaik tentunya. Diskusi mengenai topik yang kami angkatkan dalam aktualisasi diadakan dirooftop rumah sakit. Udara terbuka. Prokes yang utama. Tugas-tugas kami sesuai target terlaksana degan baik. Dalam presentasi, beliau dukung habis-habisan. Terbaiklah pokoknya pak. Sehat sentosa sepanjang masa juga Pak.
Saya jadi ingat dulu ketika ibuk saya LPJ Departemen Agama sekitar awal 90-an. Ibuk saya guru bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), setingkat SMA. Beliau harus tinggal di Padang dalam rentang waktu yang cukup lama. Ketika itu kami masih menetap di Bukittinggi. Saya masih merekam ingatan bagaimana susahnya Ibuk ketika LPJ. Tinggal di kamar kosan 1 kamar. Dinding sekat kayu. Adik saya yang nomor 3 ketika itu masih balita, jadi terpaksa ikut ke Padang. Saya dan adik yang nomor 2 tetap sekolah di Bukittinggi. Sesekali di akhir pekan dibawa nenek mengunjungi ibuk ke Padang. Ketika itu kami menikmati saja. Toh sambil jalan-jalan ke Padang. Melihat pantai naik bus ANS. Namun sekarang ketika melihat foto-fotonya, memang suram sekali waktu itu. Berat memang LPJ ibuk ketika itu. Setidaknya sekarang kegiatan semacam ini jauh lebih baik.
Manusia ya kadang tidak pernah puas. Pernah saya berpikir, kerjaan duduk didepan laptop atau komputer dalam waktu berjam-jam itu adalah pekerjaan yang menyenangkan. Duduk, ngetik, baca-baca. Namun setelah selesai kegiatan tahap terakhir Latsar ini, yang mengharuskan saya duduk didepan gawai dari pagi sampai sore, saya bersyukur bahwa pekerjaan saya yang yang sekarang jauh lebih tepat untuk saya. Saya lebih memilih operasi berjam-jam daripada duduk memandangi layar laptop berjam-jam. Betul-betul tidak betah saya statis seperti itu.
Seterusnya, kegiatan ini tentunya jadi bekal yang baik untuk menjalani aktifitas kedepan. Tidak tahu apakah aktifitas pelatihan daring ini memiliki efektifitas yang sama dengan cara klasik. Entahlah. Hasilnya baru akan ketahuan nanti. Semoga saja sesuai harapan.
