Mulai rutin berlari sejak tahun 2016. Sampai sekarang. Saya tidak ingat persis bagaimana awalnya. Yang jelas waktu itu ketika stase bedah jantung pediatrik di Harapan Kita. Stase berat. Rasanya perlu mencari semacam cara untuk melepas stress. Sepakbola yang biasanya jadi pelarian, tidak bisa dikerjakan setiap saat. Jadilah lari menjadi alternatifnya. Sejak saat itu lari menjadi aktifitas rutin.

Namun saya ingat sewaktu dulu kuliah, sebenarnya lari sudah jadi salah satu pilihan olahraga. Jogging kita sebutnya. Lari pagi ke TapLau atau disekitar kompleks PJKA. Satu, dua atau beberapa putaran. Kuliah biasanya mulai jam delapan pagi. Mulai lari sekitar pukul enam setelah shalat subuh atau paling telat setengah 7. Pulang pasti bawa sarapan. Biasanya lontong taplau. Tidak rutin. Dan menganggap itu sebagai aktifitas selingan saja.

Selepas lulus juga sesekali berlari. Saya dulu bekerja di daerah Duri. Dekat dengan komplek Chevron. Camp biasa kita menyebutnya. Areanya sangat mendukung untuk jalan santai atau berlari. Circa 2010-2012 sering lari pagi atau lari sore disana. Kemudian aktifitas ini benar-benar hilang setelah jadi PPDS.

Barulah sekitar tahun 2016 itu mulai kembali rutin. Mulai menganggap lari adalah olahraga yang perlu rutin. Mulai memikirkan sepatu lari, celana lari, aplikasi pendukung dan semacamnya. Mulai berpikir ada atau tidak komunitas yanfg mendukung aktifitas ini. Sesekali saya sempat berpikir untuk benar-benar serius menekuni lari. Maksudnya sampai ikut lomba-lomba lari. Marathon, Half-Marathon, 10K, 5K dan semacamnya. Namun sampai sekrang saya tidak pernah ikut lomba smacam itu. Luring ataupun daring tidak pernah sekalipun. Sampai sekarang hanya menikmati berlari sebagai olahraga saja. Sebagai aktifitas fisik biasa. Komunitas bagaimana? Akhirnya setelah pulang ke Padang, bergabung dengan Rundoc. Komunitas l ari alumni FK Unand. Setidaknya ada ruang untuk berbagi pengalaman lari. Sekedar haha hihi dengan sesama alumni. Dalam konteks bahasan lari. Dulu sewaktu masih di Jakarta pernah ikut beberapa kali dengan komunitas. Tapi ternyata sulit untuk mengikuti jadwalnya. Maklum masih PPDS. Akhirnya tidak lanjut. Benar-benar jadi solo runner.

Saat ini saya mungkin dalam fase ketagihan lari. Hampir tiap hari berlari sekarang. Biasnya 3-7 km di hari kerja. Di akhirn pekan biasanya 10 km keatas. Total mingguan biasanya 25-30an km. Kadang lebih.

Pertanyaannya mungkin apa tujuannya berlari. Sampai saat ini saya hanya menikmati proses berlari. Rasa lega setelah selesai berlari. Badan terasa lebih segar. Pikiran lebih terbuka. Ada rasa bersemangat ubntuk melakukan berbagai aktifitas di hari itu. Katanya ini akibat efek endorfin. Semacam hormon ‘bahagia’. Ah saya kurang paham. Mungkin ada saatnya bikin tulisan ilmiah untuk bahas itu. Namun yang jelas, dengan berlari, saya lebih nyaman.

Sampai kapan? Tidak tahu. Yang penting saya berlari hari ini. Besok adalah cerita yang berbeda.


Leave a comment