Ah, sepertinya saya perlu sedikit memaksa diri untuk membuat ketikan ini. Terlalu lama jarak antara postingan terakhir sampai sekarang. Lebih dari 2 bulan saya seingat saya. Freewriting saja.
Tadi malam kami sekeluarga baru sampai dari Pekanbaru. Dua hari disana. Berangkat dari Padang di hari pertama lebaran. Singgah sebentar di kampung istri di Pakan Kamih. Lanjut perjalanan ke Pekanbaru lebih kurang 6 jam. Nah, perjalanan balik tadi malam melewati jalur alternatif via Taluk Kuantan. Sebelumnya sudah dikabari oleh pihak travelnya bahwa jalur biasa Pekanbaru-Padang macet parah. Mobil yang berangkat malam sebelumnya masih belum sampai di Pekanbaru. Masih separuh jalan. Kami sepakat lewat jalur alternatif. meskipun menambah sedikit ongkos.
Perjalanan dimulai dari rumah. Singgah sebentar di Starbuck mengisi ransum kopi. Lanjut ke Simpang Panam lalu masuk Kubang Raya sampai ke pertigaan Kaharudin Nasution belok kanan. Terus sampai Teratak Buluh. Nyebrang sungai Kampar. Lewati Perhentian Raja sampai ke Sungai Pagar. Lewati Penghidupan terus sampai ke Lipat Kain via jalan raya Gunung Sahilan. Sepanjang jalan isinya kebun sawit tak putus-putus. Sampai di pertigaan SImpang Koran lurus terus. Singingi Hilir masih lanjut sampai Peta terus ke Muara Lembu. Lalu kami berhenti makan di Logas. Rumah makannya enak. Ayam gorengnya baru di angkat. Anak-anak makan di mobil. Kebetulan ada beberapa potong ayam goreng KFC yang kami siapkan untuk jaga-jaga semisal tidak ada warung makan yang buka. Perjalanan lanjut melewati Jake sampai ke Taluk Kuantannya. Biasanya sih kami sebut Kuansing-Kuansing saja.
Selanjutnya masuk ke Lubuk Jambi. Ada kampung Gunung Toar namanya. Kemudian lewat jembatan besar besar yang menyeberang sungai Indragiri. Setelah masuk jalur hutan sampai ke perbatasan Riau-Sumatra Barat. Mulai ketemu mobil motor plat BA. Daerahnya namanya Kamang. Mirip dengan yang di Agam. Ini sudah masuk daerah Sijunjung. Sampailah kami di Kiliran Jao. Masuk jalan lintas Sumatra ke arah Solok. Pemandangan sepanjang jalan disini mulai indah. Lewati Sungai Lansek- Tanjung Gadang. Sampai di depan RSUD Sijunjung. Biasanya jika lewat rumah sakit, saya dan istri mencoba mengingat-ingat siapa rekan-rekan sejawat yang bertugas disana. Setidaknya yang bagian Anak dan Bedah, atau teman-temang angkatan kami 2003. Kemudian melewati Palangki- Muaro Bodi dan Padang Sibusuk. Seingat saya masuk ke Muaro Kalaban dan Silungkang. Daerah tekstil. Asal kain songket yang terkenal itu. Setelah itu masuk Solok. Hari mulai gelap. Melewati Sungai Lasi. Selanjut agak sedikit macet di perempatan. Saya lupa nama simpang itu. Pokoknya kami belok kiri setelah itu. Dari sini kami lebih familiar. Masuk Solok, lalu ketemu nagari Cupak dan sampai ke Arosuka. Lewat Lubuk Selasih sampai ke Sitinjau Lauik. Disini juga sedikit macet, terutama dari arah berlawanan. Realtig padat-lancar sih sebenarnya. Sampai ditikungan legendaris yang hits di Youtube itu. Berkendara lewat sini memang mesti ekstra hati-hati.
Akhirnya sampai di Padang kira-kira pukul 11 malam. Sesuai perkiraan. Perjalanan juga menyenangkan. Anak-anak juga enjoy. Tidak ada yang mabuk darat. Oiya kabarnya hari ini jauh lebih macet dibanding kemarin. Jalur alternatif ini juga makin macet kabarnya. Mungkin sesuai dengan meme yang saya buat ini.
Selamat mudik-balik.
