Saya punya dua jersey ikonik Manchester United. Satu jersey yang dipakai ketika final Liga Champion 1999 dan satu jersey final Liga Champion 2008. Keduanya juara. Tentunya saya senang sekali dengan kedua jersey tersebut. Apalagi saat sekarang. Dimana Manchester United – MU – jadi klub semenjana. Tidak lolos Liga Champion musim depan jadi salah satu pencapaian buruk musim ini. Terlempar diluar 4 besar Liga Inggris itu terasa memalukan. Peringkat 6. Bayangkan. Manchester United peringkat 6 diakhir musim. Timnya betul-betul rusak.
Namun diisisi lain saya merasa bisa menerima kondisi. Pencapaian yang seperti ini bisa membuat MU menjadi lebih membumi. Menyadari bahwa saat ini MU bukan lagi tim elit. Rasanya itu kondisi ‘ideal’ baik untuk kembali menata klub ini menjadi lebih punya arah. Erik ten Hag yang didapuk menjadi manager musim depan harusnya dapat menjadi sosok yang tepat untuk membuat landasan yang kokoh untuk beberapa tahun kedepan. Sepakbola jaman sekarang memang menuntut hasil yang cepat. Sulit untuk menerima kondisi seperti yang dialami Sir Alex Ferguson diawal masa kepelatihannya dulu. Manager harus diberikan waktu yang lebih untuk membuktikan diri. Membuat pondasi yang kokoh bagi klub yang sedang labil seperti MU agar kembali kuat dan menjadi kembali elit. Saya rasa minimal butuh 2-3 musim. Jika berhasil memperoleh gelar di musim pertama, saya rasa itu hanya bonus.
Gambaran bahwa MU akan menjadi klub labil muncul persis ketika manajemen memecat David Moyes saat belum genap 1 musim memimpin MU. Berturut turut Van Gaal, Mourinho dan Solksjaer dipecat membuat jelas bahwa MU tidak punya kapasitas lagi menjadi tim yang kokoh pondasinya. Jujur sebagai fans sepakbola, kita selalu senang melihat pelatih yang dilepas klub dengan selebrasi. Setidaknya standing applause di akhir musim. Guardiola dan Klopp mungkin beberapa contoh pelatih yang setiap pindah klub selalu mendapatkan penghargaan yang seharusnya didapatkan seorang yang berjasa terhadap klub. Guardiola pindah dari Barcelona dan Bayern Muenchen. KLop pindah dari Mainz dan Dortmund. Semoga saja Erik ten Hag mendapatkan kebanggaan itu dari MU. Siapa yang tidak ingin mendapatkan kesempatan farewell speech seperti SAF di akhir musim 2012/2013.
Go ETH
