Aneh tapi Menyenangkan

Kadang ya setiap saya selesai mengerjakan operasi jantung di tempat saya bertugas – RSUP Dr M Djamil- muncul perasaan aneh namun menyenangkan. Dulu saya tidak pernah terpikir akan mengerjakan operasi ini disini. Melihat saja tidak pernah. Hanya tahu dari slide kuliah dan film. Awalnya bahkan saya berpikir tidak mungkin ada operasi semacam itu di Indonesia. Hanya dikerjakan diluar negeri saja. Karena saya melihat operasi ini terlalu sulit, sangat berteknologi tinggi, memerlukan keterampilan yang luar biasa, dan mahal. Slide kuliah yang dulu sangat sederhana dan sebagian masih ditampilkan menggunakan OHP, tidak memberikan penjelasan yang detail tentang ini. Film yang menceritakan tentang inipun sepertinya terlalu mendramatisir, sehingga makin membuat operasi ini seakan mustahil dikerjakan. Ketika menjalani pendidikan klinik juga saya baru mulai mendengar bahwa operasi semacam itu pernah dikerjakan di RS ini, dengan mendatangan tim dari Jakarta. Namun sudah lama sekali vakum. Penyebabnya saya tidak tahu pasti. Yang saya ingat sebelum gempa besar tahun 2009, RSUP M Djamil punya satu gedung khusus Pelayanan Jantung Terpadu, mungkin saya disana dulu pusat kegiatannnya. Entahlah saya juga tidak tahu pasti. Gedung itu rasanya tidak ada lagi disana ketika saya mulai kembali pendidikan spesialis bedah. Gedung rumah sakit kami memang masih banyak tambal sulam sejak kejadian gempa besar tersebut. Wajar saja jika gedung tersebut seakan raib. Atau mungkin dialihfungsikan.

Sampai saat ini tim kami memang baru mengerjakan sekitar 30-an kasus bedah jantung. Masih sangat sedikit untuk ukuran sebuah rumah sakit rujukan. Namun bagi saya hal ini sudah cukup untuk menjadi sebuah kebanggaan. Makanya sampai saat ini pun, saya masih merasakan perasaan aneh namun menyenagkan tersebut. Oiya,ada bagian cerita yang perlu dituliskan tentang hal ini. Saya tidak pernah sedikitpun membayangkan untuk menjadi menjadi dokter bedah TKV. Dulu saya ingin jadi dokter ortopedi. Itu lebih realistis sepertinya. Sejalan juga dengan aktifitas saya di bidang kemanusiaan ketika itu. Namun dalam perjalannanya,ya, tidak ditakdirkan kesana. Takdirnya ke Bedah TKV. Dan ternyata memang takdir Allah selalu yang terbaik. Jadinya dulu saya lebih akrab dengan ortopedi. Bacaan, ikut operasi, seminar dan lainnya. Sama sekali tidak ada bedah jantung. Sampai pada akhirnya berkutat di bidang ini. Sekali lagi benar-benar membuat saya takjub sendiri.

Bagi sebagian besar orang yang terlibat dalam kegiatan di kamar operasi RSUP Dr M Djamil, bedah jantung sendiri masih menjadi sesuatu yang unik. Saya ingin memakai istilah menakjubkan, luar biasa atau memukau. Namun terlalu berlebihan. Unik lebih tepat mungkin. Beberapa pegawai senior mungkin masih pernah terlibat dengan aktifitas bedah jantung era 90-an, dan mereka masih punya memori tentang itu. Saya senang mendengar cerita nostalgia mereka. Namun tetap saja, sebagian besar lain masih baru dengan hal ini. Bagi mereka, melihat prosedur operasi itu mungkin juga menimbulkan perasaan antusias tersendiri. Ingin terlibat mungkin tidak ya. Jenis operasi kami kebanyakan lebih enak dilihat saja, namun jangan sampai terlibat. karena rumit, ribet dan biasanya lama. Haha.

Dalam momen lain, saya kadang senyum sendiri melihat adik-adik koas yang ikut melihat kegiatan operasi jantung. Kesempatan yang saya tidak pernah mendapatkannya dulu. Membimbing residen dalam sebuah operasi yang saya yakin mereka juga tidak pernah melihat secara lansung juga menimbulkan rasa yang unik. Memimpin orkestra operasi di tempat dulu kita menjadi bersekolah memang menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa.

Demikian


Leave a comment