Saya sering sangat tertarik dengan konten-konten produktifitas. Entah itu di Youtube, Instagram atau Twitter. Buku apalagi. Thumbnail-nya biasanya dibuat sangat menarik. Konten yang dibawakan juga bervariasi. Mulai dari bagaimana manajemen waktu yang baik, mengatur berbagai macam kegiatan, cara belajar, cara mencatat, cara mind-map, cara agar lebih efektif dan efisien, bagaimana menghasilkan uang dengan ini-itu. Masih banyak lagi. Semuanya menarik. Pengemasan dengan visual yang kreatif dan eye-catching membuat konten tersebut menjadi sulit untuk dihindari.
Namun ada satu yang unik. Baru terjadi belakangan ini. Saya sangat tertarik dengan sebuah aplikasi yang bernama Notion. Lalu saya mencoba mempelajari aplikasi ini dari berbagai macam sumber. Banyak sekali content creator yang membahas ini. Perusahaan yang membuat aplikasi ini juga sedang naik daun. menjadi salah satu productivity apps yang paling oke tingkat penggunaannya. Popularitas juga dikatrol karena banyak karyawan perusahaan besar menggunakan aplikasi ini dalam eksekusi kinerja tim mereka.
kemudian saya unduh. Di ponsel, di laptop dan PC dirumah. IPad juga. Asumsi saya karena ini ada productivity apps, tentunya perlu integrasi dari semua gawai yang saya gunakan. Saya mulai edit beberapa fitur, dan mencoba menggunakan.
Namun ternyata saya sendiri malah bingung. Awalnya anggapan saya aplikasi ini seperti aplikasi semacam to-do list dan scheduler. Saya bisa catat berbagai macam hal disana. Bikin agenda dsb. Ternyata rumit. memang semua yang ingin saya kerjakan itu bisa dilakukan disana. Namun aplikasi ini terlalu sedergahan jika digunakan untuk itu saja. Pantas aplikasi ini dianggap salah satu yang terbaik. Ada alasan untuk itu. Dan anggapan ‘remeh’ saya membuat saya malah bingung untuk mengoptimalkan penggunaannya.
Saya coba atur lagi pelan-pelan bagaimana penggunaan yang tepat. Saya awalnya ingin semua catatan operasi saya terkelola disana. Data-data konferensi bedah jantung. Jadwal seminar. File kuliah-kuliah, presentasi. Sebagian tulisan bisa juga dimuat disana. Ada pengaturan khusus. Dan memang harus sabar untuk menguliknya. Yang saya lihat di tutorial, rapi sekali display Notion-nya. Semua bisa dimasukkan kesana. Mungkin karena baru mulai, sehingga display perlu menjadi perhatian.
Coba nanti saya pelajari lagi lebih detail.