Sulit untuk mengakui bahwa semakin kesini aku semakin tidak suka keramaian. Hiruk pikuk membuat tidak nyaman. Suara berisik membuat tidak tenang. Makin sedikit orang aku merasa semakin nyaman. Sehingga bekerja dalam kondisi ramai tidak memberikan manfaat lebih buatku. Kebalikannya, kondisi sepi membuatku lebih tenang. Lebih bisa mengerjakan sesuatu. Tidak menimbulkan rasa canggung yang berlebihan. Bekerja sendiri untuk tugas-tugas yang memang dapat dikerjakan sendiri, tentu akan aku usahakan sendiri dulu mengerjakannya. Lain soal jika tugas tersebut memang harus dikerjakan bersama. Atau memang untuk pekerjaan yang merupakan tugas tim.
Olahraga sepertinya juga begitu. Aku lebih memilih untuk lari sendiri, dari pada kelompok. Bisa lebih menikmati lari. Mendengar musik atau audiobook atau kuliah, tanpa perlu keharusan untuk mengobrol. Itu lebih kupilih. Aku tetap suka sepakbola. Namun itu tentu tidak dapat dilakukan sendiri, bukan?
Entahlah. Mungkin umur juga. Orang bilang semakin berumur, maka kebutuhan untuk diri sendiri akan lebih besar porsinya. Untuk circle pertemanan pun biasanya menjadi lebih sempit. Keluarga menjadi lebih penting. Anak-anak menjadi prioritas. Ini tidak seketika membuat aku menjadi family-man juga. Bukan. Lebih kepada kalau kita melakukan sesuatu, jika tidak bawa anak-anak, rasanya tidak lebih baik. Atau dimana-mana kepikiran anak. Bagaimana mereka sekarang, sedang apa. Apakah sudah tidur? Apakah sudah makan?Macam-macam.
Terkoneksi dengan ponsel, kadang membuat kita berada dalam kondisi keramaian yang semu. Seakan banyak orang disekitar kita. Kesannya ramai. Namun sebenarnya sepi. Perasaan kita yang seakan banyak orang disekitar kita. Aslinya sepi. Memang harus coba kukurangi interaksi dengan ponsel. Sehingga tidak mendapat dua kali rugi. Satu rugi karena seakan orang ramai, tapi ternyata semu. Satu lagi, sebenarnya kita bisa merasakan suasanya yang tenang, namun terdistraksi oleh keramian semu tadi. Bagi yang butuh suasana ramai semu tadi, silakan saja. Aku hanya mencoba untuk mencari yang nyaman untuk diriku sendiri.
Tulisan random ya. haha.