auliarahman.id

  • Random sekali

    May 30th, 2023

    Sulit untuk mengakui bahwa semakin kesini aku semakin tidak suka keramaian. Hiruk pikuk membuat tidak nyaman. Suara berisik membuat tidak tenang. Makin sedikit orang aku merasa semakin nyaman. Sehingga bekerja dalam kondisi ramai tidak memberikan manfaat lebih buatku. Kebalikannya, kondisi sepi membuatku lebih tenang. Lebih bisa mengerjakan sesuatu. Tidak menimbulkan rasa canggung yang berlebihan. Bekerja sendiri untuk tugas-tugas yang memang dapat dikerjakan sendiri, tentu akan aku usahakan sendiri dulu mengerjakannya. Lain soal jika tugas tersebut memang harus dikerjakan bersama. Atau memang untuk pekerjaan yang merupakan tugas tim.

    Olahraga sepertinya juga begitu. Aku lebih memilih untuk lari sendiri, dari pada kelompok. Bisa lebih menikmati lari. Mendengar musik atau audiobook atau kuliah, tanpa perlu keharusan untuk mengobrol. Itu lebih kupilih. Aku tetap suka sepakbola. Namun itu tentu tidak dapat dilakukan sendiri, bukan?

    Entahlah. Mungkin umur juga. Orang bilang semakin berumur, maka kebutuhan untuk diri sendiri akan lebih besar porsinya. Untuk circle pertemanan pun biasanya menjadi lebih sempit. Keluarga menjadi lebih penting. Anak-anak menjadi prioritas. Ini tidak seketika membuat aku menjadi family-man juga. Bukan. Lebih kepada kalau kita melakukan sesuatu, jika tidak bawa anak-anak, rasanya tidak lebih baik. Atau dimana-mana kepikiran anak. Bagaimana mereka sekarang, sedang apa. Apakah sudah tidur? Apakah sudah makan?Macam-macam.

    Terkoneksi dengan ponsel, kadang membuat kita berada dalam kondisi keramaian yang semu. Seakan banyak orang disekitar kita. Kesannya ramai. Namun sebenarnya sepi. Perasaan kita yang seakan banyak orang disekitar kita. Aslinya sepi. Memang harus coba kukurangi interaksi dengan ponsel. Sehingga tidak mendapat dua kali rugi. Satu rugi karena seakan orang ramai, tapi ternyata semu. Satu lagi, sebenarnya kita bisa merasakan suasanya yang tenang, namun terdistraksi oleh keramian semu tadi. Bagi yang butuh suasana ramai semu tadi, silakan saja. Aku hanya mencoba untuk mencari yang nyaman untuk diriku sendiri.

    Tulisan random ya. haha.

  • Vaskular dan Endovaskular-nya BTKV

    May 28th, 2023

    Bidang saya yang lain adalah bedah vaskular. Memang luas cakupan Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular (BTKV) ini. Dari namanya saja setidaknya ada tiga bidang tubuh yang menjadi area kerjanya. Toraks yang mencakup semua organ yang ada di dada, lalu jantung dan pembuluh darah. Banyak sekali.

    Mari kita bahas bedah vaskular ini. Bahasa awamnya bedah pembuluh darah. Terminologi baru yang kami pakai saat ini adalah Bedah Vaskular dan Endovaskular. Endovaskular disini sebenarnya bukan bidang baru. Namun belakangan mulai populer dan semakin berkembang. Dulu masih masuk ke dalam ruang lingkup bedah vaskular saja. Namun ternyata lebih baik diangkat ke permukaan dan dimunculkan sebagai bidang yang sejajar dengan bedah vaskular sendiri.

    Bedah vaskular ini menarik. Faktanya semua area tubuh memiliki aliran pembuluh darahnya sendiri. Vaskularisasinya berdiri sendiri. Tiga sistem sirkulasi yaitu arteri (nadi), vena( pembuluh balik), limfe (getah bening) dimiliki oleh seluruh organ. Dengan kompleksitas seperti itu, otomatis juga ilmunya juga akan semakin berkembang.

    Namun tidak semua area kami sasar. Ada beberapa area menjadi domainnya bidang lain. Sering kami berkolaborasi dengan bidang tersebut. Sehingga banyak terobosan luar biasa yang dapat dilakukan.

    Kasus terbanyak di bedah vaskular adalah akses hemodialisis atau cuci darah. Mulai dari pemasangan selang pembuluh darah yang lazim dikenal sebagai CDL atau Catheter Double Lumen, Cimino yang istilah medisnya Arteriovenous fistule atau shunt(AVF atau AV Shunt) sampai akses dengan pembuluh darah buatan (graft). Banyak sekali pasien yang membutuhkan layanan ini. Karena kasus gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin juga semakin meningkat angka kejadiannya. Tranplantasi yang merupakan pilihan terbaik bagi pasien dengan gagal ginjal tahap akhir belum dapat memenuhi kebutuhan pasien yang ada. Sehingga harus tetap menjalani cuci darah rutin. Akses atau untuk melakukan cuci darah ini yang kami buat.

    Kasus yang lain di bidang ini adalah mengatasi sumbatan-sumbatan di pembuluh darah. Sumbatan atau penyempitan pada kaki dan tangan adalah kasus yansg paling sering. Nah, disini sering Endovaskular yang berperan. Endovaskular ini adalah tindakan medis yang dilakukan lansung ke dalam lumen pembuluh darah lansung. Luka operasinya cenderung kecil. Untuk sebagian besar pasien, tindakan ini lebih dipilih. Meskipun sebagian lain, operasi terbuka yang biasa lebih cocok untuk dilakukan.

    Lalu ada varises. Nah ini kondisi yang juga banyak sekali dikeluhkan pasien. Mulai dari yang ringan sampai kondisi yang sudah berat. Dari yang hanya membutuhkan edukasi untuk aktifitas, hingga yang harus dilakukan operasi dengan kombinasi teknik tertentu. Ilmu dan teknik operasi pada kasus ini juga sangat beragam. Mulai dari operasi terbuka dengan alat khusus, hingga penggunaan laser, gelombang radio hingga lem pembuluh darah. Ya, betul. Lem. Tindakannya menggunakan lem khusus yang dimasukkan ke pembuluh darah vena yang terlibat. Unik. tapi cukup efektif.

    Selanjutnya kasus pembuluh darah besar. Didalam tubuh kita terdapat pembuluh darah utama, dengan ukuran yang cukup besar. Tidak semua bidang kedokteran mau berurusan dengan organ ini. Horror jika kita membuat satu kesalahan kecil. Dampaknya luar biasa. Akan halnya jantung dan otak, aorta juga semenyeramkan itu. Kelainannya dapat berupa pelebaran atau robek. Operasinya juga kompleks. Tindakan endovaskular juga dapat dilakukan. Tapi tidak pada semua kasus. Sampai sekarang bidang ini terus berkembang. Mungkin karena kompleks, tidak banyak yang mengkhususkan diri dibidang ini. Selain juga alasan biaya untuk tindakan ini juga sangat mahal.

    Jika dijelaskan lebih detail, masih banyak area yang perlu dibahas terkait bedah vaskular ini. Mungkin lain kali ya. Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular (BTKV) ini memang unik. Dan menyenangkan. Sebegitu menyenangkan buat saya.

  • May 22nd, 2023

    Have you ever broken a bone?

    For me, its cutting a bone. I’m surely that i’ve done that in my daily routine. Especially chest bone. Sometime ribs. But i’m also fixed them. Cause that is what Cardiothoracic Surgeon do.

  • Notion

    May 22nd, 2023

    Saya sering sangat tertarik dengan konten-konten produktifitas. Entah itu di Youtube, Instagram atau Twitter. Buku apalagi. Thumbnail-nya biasanya dibuat sangat menarik. Konten yang dibawakan juga bervariasi. Mulai dari bagaimana manajemen waktu yang baik, mengatur berbagai macam kegiatan, cara belajar, cara mencatat, cara mind-map, cara agar lebih efektif dan efisien, bagaimana menghasilkan uang dengan ini-itu. Masih banyak lagi. Semuanya menarik. Pengemasan dengan visual yang kreatif dan eye-catching membuat konten tersebut menjadi sulit untuk dihindari.

    Namun ada satu yang unik. Baru terjadi belakangan ini. Saya sangat tertarik dengan sebuah aplikasi yang bernama Notion. Lalu saya mencoba mempelajari aplikasi ini dari berbagai macam sumber. Banyak sekali content creator yang membahas ini. Perusahaan yang membuat aplikasi ini juga sedang naik daun. menjadi salah satu productivity apps yang paling oke tingkat penggunaannya. Popularitas juga dikatrol karena banyak karyawan perusahaan besar menggunakan aplikasi ini dalam eksekusi kinerja tim mereka.

    kemudian saya unduh. Di ponsel, di laptop dan PC dirumah. IPad juga. Asumsi saya karena ini ada productivity apps, tentunya perlu integrasi dari semua gawai yang saya gunakan. Saya mulai edit beberapa fitur, dan mencoba menggunakan.

    Namun ternyata saya sendiri malah bingung. Awalnya anggapan saya aplikasi ini seperti aplikasi semacam to-do list dan scheduler. Saya bisa catat berbagai macam hal disana. Bikin agenda dsb. Ternyata rumit. memang semua yang ingin saya kerjakan itu bisa dilakukan disana. Namun aplikasi ini terlalu sedergahan jika digunakan untuk itu saja. Pantas aplikasi ini dianggap salah satu yang terbaik. Ada alasan untuk itu. Dan anggapan ‘remeh’ saya membuat saya malah bingung untuk mengoptimalkan penggunaannya.

    Saya coba atur lagi pelan-pelan bagaimana penggunaan yang tepat. Saya awalnya ingin semua catatan operasi saya terkelola disana. Data-data konferensi bedah jantung. Jadwal seminar. File kuliah-kuliah, presentasi. Sebagian tulisan bisa juga dimuat disana. Ada pengaturan khusus. Dan memang harus sabar untuk menguliknya. Yang saya lihat di tutorial, rapi sekali display Notion-nya. Semua bisa dimasukkan kesana. Mungkin karena baru mulai, sehingga display perlu menjadi perhatian.

    Coba nanti saya pelajari lagi lebih detail.

  • Letupan Ide

    May 14th, 2023

    Memang perlu untuk menuliskan berbagai hal yang ada di kepala. Karena jika hanya berputar, dan terus berputar, segalanya akan hilang dengan sendirinya. Kadang muncul ide-ide yang sesaat terasa begitu brilian. Sempat ingat beberapa saat, namun hilang dalam sekejap saja. Tanpa pernah ingat lagi apa yang terpikir tersebut. Sayang sekali. Ide-ide hebat kadang muncul dengan cara seperti itu. Aku memang belum konsisten dalam hal menuliskan apa yang terpikir, yang terlintas di kepala. Ini keinginan dari dulu. Namun sampai sekarang tak pernah terwujud. Sulit sekali untuk menjadi konsisten dalam hal ‘kecil’ tersebut. Konsistensi memang dinilai dari kemampuan kita dalam hal-hal yang insignifikan seperti menulis ide, atau letupan pikiran tadi. Baru beranjak kepada hal-hal besar.

    Letupan ide atau pemikiran itu kadang bisa menghasilkan berbagai kerja besar. Ide-ide itu muncul dari situasi ketika itu. Entah karena memang tiba-tiba muncul saja di waktu yang tepat, atau memang karena akumulasi dari berbagai pemikiran lain, dan muncul saja ketika momentum yang tersedia memungkinkan hal itu. Masalahnya adalah saya tidak punya disiplin untuk menuliskannya. Tidak menyempatkan waktu untuk mengabadikannya. Sehingga hilang begitu saja. Ketika sudah ada waktu, atau ketika ingin menuliskannya, sudah tidak ingat lagi apa yang idenya. Tidak ada pertanda sedikit pun yang tersisa yang bisa memicu mengarahkan ke ide tersebut. Benar-benar hilang begitu saja. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

    Bicara tentang menuliskan letupan ide (atau sparks of idea. Terus terang saya tidak tahu apakah ini istilah yang benar), banyak cara yang bisa dilakukan. Menuliskan di buku jurnal. Membuat coretan di kertas bekas atau tissue makan. Menuliskan di aplikasi catatan di ponsel. Merekam dengan voice note. Banyak cara. Dan semuanya mudah dilakukan. Betul, mudah sekali. Masalahnya hanya satu dan itu kembali ke bahasan di awal tadi bahwa kita tidak konsisten untuk hal-hal kecil tersebut. Pasti sulit sekali, atau berat sekali rasanya untuk membuka buku catatan kecil tadi. Atau mengeluarkan ponsel yang mengetikkannya di ponsel. Atau merekan suara. Berat sekali. Distraksinya terlalu banyak. Malas memang jadi penyakit yang berbahaya.

    Ada buku yang judulnya The Second Brain. Saya belum baca lansung. Namun ada yang sudah membuat semcam resumenya dan membuat konten audiobooknya di Youtube. Ada poin bahasan yang terkait dengan cara menuliskan catatan ini. Penggunaan berbagai aplikasi. Di Youtube sangat populer aplikasi yang namanya Notion. Aku sudah coba gunakan aplikasi ini. Awalnya a pikir ini hanya plikasi pencatatan biasa. Namun ternyata lebih kompleks. Saya sementara masih coba-coba untuk menggunakannya secara optimal.

←Previous Page
1 2 3 4 … 11
Next Page→

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • auliarahman.id
    • Join 31 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • auliarahman.id
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar