auliarahman.id

  • Deepwork

    March 14th, 2023

    Deep work atau pekerjaan dalam kedalaman adalah suatu konsep yang diperkenalkan oleh seorang profesor bernama Cal Newport. Konsep ini mengacu pada fokus dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas yang memerlukan pemikiran dan analisis yang mendalam, tanpa gangguan dari faktor-faktor eksternal seperti telepon, email, atau media sosial.

    Cal Newport adalah seorang profesor, penulis, dan peneliti yang lahir pada tanggal 23 Juni 1982. Ia lulus dengan gelar sarjana dari Dartmouth College pada tahun 2004, dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang ilmu komputer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2009. Sebagai seorang profesor, Cal Newport mengajar di bidang ilmu komputer di Georgetown University, Washington, DC. Karya akademisnya terfokus pada bidang teori algoritma, serta penelitian tentang interaksi antara teknologi dan kehidupan manusia.elain itu, Cal Newport juga merupakan seorang penulis blog populer yang membahas topik-topik seperti produktivitas, teknologi, dan kehidupan kerja. Ia juga telah memberikan presentasi dan wawancara di berbagai acara dan media, termasuk TEDx, CNBC, dan NPR.

    Dalam era digital dan serba cepat saat ini, deep work semakin penting untuk dilakukan, karena kita seringkali tergoda untuk multitasking dan berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas lainnya, tanpa memberikan perhatian penuh pada setiap tugas yang sedang dikerjakan. Hal ini menyebabkan kualitas dan efisiensi pekerjaan menurun.

    Deep work tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pekerjaan, tetapi juga memperbaiki produktivitas dan kreativitas. Saat Anda fokus pada satu tugas dengan konsentrasi penuh, Anda dapat membangun momentum yang memungkinkan Anda menyelesaikan tugas lebih cepat dan lebih baik daripada jika Anda terus-menerus terganggu oleh faktor-faktor eksternal.

    Untuk melakukan deep work, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, pastikan lingkungan kerja Anda cocok dan minim gangguan, sehingga Anda dapat fokus pada tugas yang sedang dikerjakan. Kedua, buat jadwal waktu untuk deep work, dan pastikan Anda tidak terganggu selama waktu tersebut. Ketiga, matikan ponsel dan notifikasi email atau media sosial yang dapat mengganggu konsentrasi Anda.

    Deep work juga memerlukan latihan yang terus-menerus, karena fokus dan konsentrasi penuh tidak dapat dipertahankan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Mulailah dengan jangka waktu yang lebih pendek, dan bertahap tingkatkan durasi deep work seiring waktu.

    Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan cepat, deep work menjadi suatu keterampilan yang sangat berharga. Dengan fokus dan konsentrasi penuh, Anda dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kreativitas pekerjaan, sehingga dapat membantu mencapai kesuksesan dalam karir dan kehidupan.

  • Baca

    March 12th, 2023

    Kebiasaan membaca di Indonesia sudah ada sejak lama, namun tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti akses ke buku yang masih terbatas, kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat terhadap kegiatan membaca.

    Meskipun demikian, terdapat beberapa kebiasaan membaca yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Salah satu kebiasaan membaca yang paling umum adalah membaca koran. Koran masih menjadi sumber informasi utama bagi banyak orang di Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke internet atau tidak mampu membeli buku.

    Selain itu, terdapat pula kebiasaan membaca buku-buku agama, terutama bagi masyarakat yang beragama Islam. Buku-buku agama ini biasanya berisi tentang ajaran agama, sejarah, dan panduan kehidupan sehari-hari.

    Di kalangan masyarakat urban, kebiasaan membaca buku juga semakin meningkat. Buku-buku fiksi dan nonfiksi yang beredar di toko-toko buku semakin beragam, dan banyak di antaranya yang ditulis oleh penulis Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak juga platform digital yang menyediakan buku elektronik atau e-book.

    Namun, meskipun terdapat peningkatan dalam kebiasaan membaca di kalangan masyarakat urban, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki minat membaca. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain kurangnya kesadaran akan pentingnya membaca, kurangnya akses ke buku, serta kurangnya waktu luang untuk membaca.

    Untuk meningkatkan kebiasaan membaca di Indonesia, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah perlu memperhatikan pendidikan di sekolah-sekolah dan memberikan akses yang lebih luas ke perpustakaan umum. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan pentingnya membaca dan mendukung kegiatan membaca dengan berbagai cara, seperti membuka toko buku atau mengorganisir kelompok baca.

    Dalam mengembangkan kebiasaan membaca di Indonesia, peran penulis dan penerbit juga sangat penting. Mereka perlu menghasilkan karya-karya berkualitas yang menarik minat pembaca, serta menyediakan akses yang lebih mudah ke buku-buku tersebut.

    Dalam era digital seperti sekarang ini, kebiasaan membaca di Indonesia juga semakin dipengaruhi oleh media sosial dan platform digital lainnya. Sebagian besar orang kini mengakses informasi melalui internet, sehingga peran pihak-pihak yang terlibat dalam produksi konten digital, seperti blogger dan influencer, juga turut mempengaruhi kebiasaan membaca di Indonesia.

    Secara keseluruhan, kebiasaan membaca di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca, diharapkan kebiasaan membaca di Indonesia akan semakin meningkat dan masyarakat Indonesia akan semakin literat.

  • Sedikit sejarah.

    March 12th, 2023

    Sejarah operasi jantung dimulai pada awal abad ke-20, ketika para dokter mulai menyadari bahwa ada kemungkinan untuk memperbaiki kelainan jantung dengan melakukan operasi.

    Pada tahun 1896, seorang ahli bedah Prancis bernama Alexis Carrel menemukan teknik menjahit pembuluh darah yang memungkinkan transplantasi organ. Kemudian pada tahun 1925, ahli bedah Jerman bernama Werner Forssmann melakukan eksperimen pada dirinya sendiri dengan memasukkan kateter ke dalam jantungnya sendiri untuk memperbaiki kelainan jantung yang ia alami.

    Pada tahun 1944, dokter asal Amerika Serikat bernama Alfred Blalock bersama-sama dengan ahli bedah jantung bernama Vivien Thomas dan ahli fisiologi bernama Helen Taussig, berhasil melakukan operasi jantung pertama untuk mengatasi penyakit sianosis atau kebiruan pada bayi. Operasi tersebut dilakukan dengan membuat lubang kecil pada dinding jantung bayi dan menghubungkannya dengan pembuluh darah yang normal.

    Setelah itu, teknologi dan teknik operasi jantung terus berkembang. Pada tahun 1952, seorang ahli bedah jantung bernama John Gibbon berhasil melakukan operasi jantung pertama dengan menggunakan mesin jantung buatan yang diciptakannya sendiri. Kemudian, pada tahun 1967, ahli bedah Afrika Selatan bernama Christiaan Barnard berhasil melakukan transplantasi jantung pertama pada manusia.

    Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi dan teknik operasi jantung terus berkembang dan semakin canggih. Operasi jantung saat ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sangat maju, termasuk teknologi robotik dan endoskopik. Dengan adanya teknologi ini, dokter dan ahli bedah dapat melakukan operasi jantung dengan lebih akurat dan efektif, sehingga memungkinkan penyembuhan yang lebih baik bagi pasien yang menderita kelainan jantung.

  • favoritku, boi

    September 11th, 2022

    Sudah barang tentu saya menggemari karya Andrea Hirata. Laskar Pelangi adalah sebuah karya jenius. Selanjutnya berderet judul-judul yang membuat ranah perbukuan Indonesia menjadi teramat kaya. Jadi menurut saya Andrea Hirata adalah salah satu yang terbaik. Tentunya banyak orang berbeda pendapat soal ini. Selera berbeda pasti.

    Karya terbarunya, Brianna dan Bottomwise belum selesai saya baca. Oya, saya bukan tipe pembaca novel sekali buka lansung hantam sampai selesai. Saya masih nyicil. Selain karena kebanyakan baca bisa membuat saya mengantuk, saya tidak punya waktu selonggar itu hanya untuk baca novel. Jadi ya satu novel bisa selesai beberapa hari atau bahkan seminggu. Brianna dan Bottomwise membuat saya kembali bisa menikmati kosakata dan kalimat khas melayu yang selalu ada dalam setiap novelnya. Siapa yang tidak senang membaca kata-kata seperti keharibaan, boi, tu, macam, usah risau, tengok, ni, mantab, koleha. Saya lama tinggal di bumi melayu, sehingga kata-kata seperti itu enak didengar. Humor yang terasa dari setiap cerita yang disajikan menjadi lebih mudah dicerna. Sentilan terhadap kondisi-kondisi sosial dalam setting waktu cerita tersebut juga seru. Enak dibaca.

    Dulu novel Laskar Pelangi berulang kali saya baca. Bab kisah tentang Lintang dengan perhitungannya menunggu buaya melintas itu adalah partisi yang paling saya suka. Judul-judul setelah itu juga sangat berkesan. Sekali lagi, saya sangat menyenangi humor-humor yanh dibawakan dengan kutipan atau kosakata melayu tadi. Terasa seakan berada dalam keseharian. Brianna dan Bottomwise kembali membawakan sensasi tersebut. Lain waktu mungkin saya coba tuliskan sedikit resensinya.

  • Horror Jumat Sore

    September 4th, 2022

    Jumat sore adalah horror jalanan Jakarta. Saya punya pengalaman buruk ketika awal-awal PPDS. Mau periksa mata untuk keperluan bikin loupe operasi ke daerah kuningan kalo tidak salah. Pakai sepeda motor. Berangkat sekitar jam 3 jalanan masih lancar. Selesai periksa jalan sebentar. Saya mulai jalan balik ke kosan samping Harkit sekitar pukul setengah 6 kalau tidak salah. Waktu itu saya masih belum terlalu hafal jalanan Jakarta. Saya pulang lewat jalur Gatot Subroto-S Parman. Disitu saya pertama kali merasakan macet horror jumat sore. Pengap. Keringat. Jalan beringsut-ringsut. Saya berhenti sebentar di SPBU Shell untuk sholat magrib. Saya ingat baru sampai di kosan sekitar pukul 9 malam. Paraaaah. Sepanjang jalan saya menggerutu. Google Maps memang menunjukkan tanda kuning merah ketika itu. Namun saya tidak pernah menyangka separah itu. Bunyi klakson yang tak putus-putus makin membuat sakit kepala. Tetot tetot tetooott tiin tiiin ni nu ni nu ni nuu. Bunyi klakson adalah bunyi yang paling saya tidak suka nomor dua. Bunyi pertama adalah bunyi nada hape jaga Pediatrik. Itu memang lebih horror lagi. Sampai kosan segera mandi dan sholat isya. Lanjut tidur. Meratapi salah satu pengalaman paling pahit di masa PPDS ketika itu.

    Sejak saat saya hampir tidak pernah mau jalan lagi jumat sore, jika tidak ada tugas atau keperluan yang batul-betuk mendesak. Jikapun ada, solusinya berangkat lebih awal, atau lebih malam sekalian. Saya betul-betul kapok ketika itu.

    Macet Jakarta tentunya bukan cerita baru. Saya sampai sekarang masih kagum dengan warga Jakarta yang mampu berhadapan dengan keadaan ini setiap hari. Berada di jalanan bisa jadi adalah sepertiga atau seperempat dari durasi hari mereka. Itu mengagumkan. Angkat topi untuk itu.

    Saya lebih memilih untuk jalan kaki atau naik bus transjakarta jika ada keperluan. Waktu sudah kos di Salemba, biasanya saya naik bus transjakarta ( ah, saya lebih suka menggunakan istilah busway daripada bus transjakarta ini. Meskipun kurang tepat. tapi ya tidak apa) jurusan TU Gas-Grogol. Naik dari halte pasar Pasar Genjing jalan Pramuka lalu lansung berhenti di halte Harapan Kita. Praktis. Tanpa transit. Pulangnya juga begitu, Naik jalur yang sama. Naik halte Harkit lalu turun di depan RS Carolus. Jalan sedikit sampai di kosan. Jika tidak terlalu malam, mungkin saya beruntung masih bisa beli nasi bebek favorit di jembatan bluntas. Good old days.

    Setahun ini saya kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Macet horror jumat sore tentunya masih ada. Namun saya tidak pernah lagi merasakan itu. Sebisa mungkin saya hindari. Bukan aktifitas yang menyenangkan tentunya.

    Ya kira-kira beginilah
←Previous Page
1 2 3 4 5 … 11
Next Page→

Create a website or blog at WordPress.com

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • auliarahman.id
      • Join 31 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • auliarahman.id
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar