auliarahman.id

  • Beginilah Media Mengajarkan Kami

    June 6th, 2020

    Berita Pagi diseluruh stasiun TV dipenuhi oleh berbagai kabar yang berbau pesimis, negatif dan destruktif. Bukan hanya pagi saya rasa. Pagi atau sore atau siang atau dini hari sebelum-sebelumnya juga begitu.
    Cerita demonstrasi, bunuh diri, kubur diri, tersambar petir, sidang kasus pajak, bentrokan pasca pilkada dan yang terbaru heboh redenominasi (Si Andrie Djarot tipiwan aja nyebutnya susah). Tidak satupun yang berbau optimis, prestatif, positif dan konstruktif. Satu-dua berita enak mungkin ada yang terselip di ujung acara tentang secuil prestasi anak bangsa. Itu juga udah ditimpa credit title dan jingle acaranya. Selebihnya ya itu tadi, berita eneg. Yang menghibur paling iklan baru AX*S yang ada anak gigitin daun itu. Selebihnya ya berita-berita yang tidak bermutu tadi.
    Orang media tentunya paham betul kenapa seperti itu porsi berita yang tampil ke publik. Tapi menurut saya ini semata-mata kepentingan bisnis dan orang yang berada dibalik bisnis itu. Jika bicara kepentingan bisnis jelas bicara uang, duit dan fulus . Jika bicara orang dibalik bisnis itu, tergantung orangnya. Orangnya busuk, pasti bisnisnya juga ketularan busuk. Apa yang ditampilkan pastinya nggak akan jauh dari upaya untuk menonjolkan kepentingan busuknya. Coba kalau orangnya orang baik -dan saya yakin masih banyak orang baik di negeri ini-, pasti juga yang muncul lebih banyak yang baik.
    Media punya posisi betul-betul amat sangat strategis sekali banget!! Hampir seluruh kita paham itu. Simak ini :”Orang yang menguasai media dan informasi akan menguasai dunia”. Itu fakta yang tidak terbantahkan. Jadi kalau orang baik yang pegang media dan informasi,pasti negeri ini akan ……..( isi sendiri).
    Jadi,kapan ya orang baik bisa mengendalikan negeri ini ?


    Pagi,
    sambil menunggu koneksi internet stabil lagi.

    12 Agustus 2010

  • Time Flies

    June 6th, 2020

    Entah apa yang bikin saya mengetikkan keyword ‘penulishijau.wordpress’ di google barusan. Tiba-tiba saja ingat saya punya blog ini.

    Lebih 2 tahun dari postingan terakhir. Apakah postingan kali ini juga akan berjeda selama ini dengan postingan berikutnya? Who knows..

    Time Flies..

    2013 masih menjalani pendidikan Bedah Umum di Padang, dan sekarang telah memasuki semester ke 4 di BTKV. Bedah Jantung setiap hari, yang akhirnya saya buktikan memang GILA! Banyak yang bertanya, kenapa sih mau berurusan dengan bagian tubuh yang dekat-dekat nyawa. Salah sedikit, nyawa orang melayang. Entahlah, nanti saja saya jawab. Saat pendidikan ini sudah selesai. Biar saya juga tuntas merasakan bagaimana bidang ini sesusngguhnya.

    Ah, kemampuan saya menulis mulai berkarat.

    Nanti saja dilanjutnya. ICU mau disidak dulu.

  • #AishaAulia

    June 6th, 2020

    Menjadi residen bedah itu capek. Itu hal yang pasti. Tapi jadi residen bedah abi-nya #AishaAulia itu pasti akan selalu menyenangkan. Begitulah. 🙂

    Hari-hari ku mungkin tak akan sama lagi seperti dulu sebelum masuk dunia residen ini. Begitu saat #AishaAulia juga telah hadir.

    AishaAulia baru 2 bulan 27 hari. Tapi adanya dia dirumah, menanti dengan suara-suara tak jelasnya, tangisannya, ompolnya, ketawa-senyum gak jelasnya, sendawa abis mimiknya bikin kelelahan kegiatan residen itu tak ada apa-apanya. jadi angin lalu saja.

    Mudah-mudahan akan selalu seperti ini…

    Love u #AishaAulia

  • Kisah Bubur Ayam

    June 6th, 2020

    Kawan, ini kuceritakan salah satu kisah paling dramatis dan menggugah dalam hidupku. Semoga dapat diambil hikmah dan suri tauladan yang baik darinya. Amin. Agak lebay. Ya, aku juga tau. Harap maklum.

    Ini zaman dulu kawan. Masa SMA. Zaman saya masih belum tau kerasnya kehidupan. Meskipun, sekarang tak keras-keras betul. Ah, sudahlah.

    Waktu itu, selepas sekolah, kulihat ada gerobak jualan baru mangkal. Setelah mendekat sedikit, kubaca tulisannya. Oo, mereknya ternyata BUBUR AYAM. Sedap nih, pikirku. Lansunglah yang terbayang macam mie ayam. Berkuah, gurih, ada potongan ayam yang besar, sayur dan kerupuk. Serius. Begitu bayanganku dulu tentang sosok bubur ayam. Semacam surga dunia makanan bagi anak SMA kere macamku. Begitu.

    Jadilah, aku janji pada diriku sendiri, besok pagi sebelum berangkat latihan sepakbola, Aku, musti sarapan disini. Oke sip. Pulanglah aku. Siap-siap untuk kelezatan besok pagi.

    Pagi besoknya, setengah jam lebih awal aku berangkat. Lansung mampir di tempat abang jual bubur ayam. Duduk, dan lansung kupesan. ” Bang, bubur ayam satu!”. Sudah tak sabar aku cicipi makanan hebat ini.

    Sebentar saja, bubur ayamnya selesai. Ditarok di meja ku. Kuambil sendok garpu. Dan..

    Tiba-tiba kuterdiam

    …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

    ($&$**)*#$*$_#(#@*)#@) ?*%&(#*&…………………………

    … ternyata, bubur ayam itu adalah N.A.S.I L.U.N.A.K !!!!

    Asli. Terdiam aku.Tak kusangka sedikitpun kalau bubur ayam itu adalah nasilunak, BUBUR NASI. Makanan yang paling tak kusuka. Bahkan ketika sakit pun takkan mau kumakan. Nasib.

    Jaga gengsi terpaksalah kuicip-icip sedikit. Habis juga sepertiga. Tak tahan perutku. Mual dibuatnya. Lansung cabut setelah bayar.”Nih, bang. Makasih bang”. Masih banyak sisanya, kutak peduli. Perutku sudah berulah. Tak mau kompromi dia.

    Kukebut ke sekolah. Didepan sekolah. Hoooeeeeeekk!! Aku MUNTAH. Betul, MUNTAH-MUNTAH !!

    Keluar semua yang dimakan tadi. Lemes betul aku. Tapi kupaksakan latian bola. Karena jaman itu, latian bola segalanya bagiku. Dengan badan lemas, tetap ku latian.

    Ampun.

    Sejak kejadian itu, tak pernah lagi kumakan bubur ayam. Tak pernah sekalipun. Catat itu. Sampai sekarang pun begitu. Bahkan dirumah mertua pun kutolak. Hebat kan. Mana ada orang berani nolak makanan dirumah mertua. Begitulah, saking tak sukanya aku.

    Demikian kawan, kisah romantis, dramatis dan menggugahku dengan bubur ayam. Bukan bermaksud mendiskreditkan bubur ayam. Bukan pula mengajak kawan-kawan tinggalkan bubur ayam. Apalagi mendemo tukang bubur ayam karena solidaritas kepadaku. Bukan. Akunya saja yang bego, gak tau kalau bubur ayam itu begitu 🙂

    Sekian. Terima kasih dan terima kado.

  • #AishaAulia

    June 6th, 2020

    Resmi jadi Abi…’ mungkin ini tweet yang paling epic! yang pernah saya ketik di linimasa akun @bang_aul . Dan hashtag #AishaAulia juga sudah dirilis.

    Lazim anak zaman sekarang adalah generasi online. Mungkin saja #AishaAulia suatu saat nanti bikin The Next Big Thing di dunia IT. Mungkin juga #AishaAulia akan berkutat di meja operasi atau bangsal-bangsal pasien seperti Abi dan Ummi-nya. Tak tau, yang jelas ia akan selalu dikelilingi teknologi dan semoga termanfaatkan untuk bawa kebermanfaatan..

    Yang jelas hari-hari kedepan #AishaAulia akan hadir tak terpadamkan dalam aliran hidup kami.

←Previous Page
1 … 8 9 10 11
Next Page→

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • auliarahman.id
    • Join 31 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • auliarahman.id
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar