auliarahman.id

  • Puasa Medsos..Social Media Detox..Semacam itulah

    September 16th, 2020

    Candu media sosial bagi sebagian orang dapat dirasakan sebagai sebuah masalah serius. Namun bagi sebagian lain mungkin menganggap hal tersebut perkara biasa. Saya masuk kelompok yang pertama.

    Candu media sosial mulai saya rasakan mengganggu adalah ketika timbul rasa tidak nyaman, perasaan gelisah, menghabiskan waktu scroll up–scroll down tanpa manfaat apapun, tekanan sosial, kadang rasa iri, dengki, kadang marah atau bingung.

    ‘Aktifitas’ di media sosial membuat saya kehilangan kesempatan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Mungkin hanya 10-15 menit, namun jika diakumulasikan, bisa mencapai 2-3 jam sehari. Mungkin lebih. Informasi yang saya peroleh juga sepertinya tidak terlalu signifikan bagi kehidupan saya. Seputar sepakbola, olahraga lari, tentang BTKV, parenting, dan tentunya cerita tentang kehidupan orang lain yang saya saya follow.

    Ketika beraktifitas di media sosial seperti instagram, facebook dan twitter, setiap hari saya menyaksikan beragam gambaran kehidupan orang lain. Cerita bahagia, kelahiran, kematian, pencapaian gelar dan pendidikan, kemenangan. Begitu juga dengan kisah pilu seperti sakit, kematian, bencana, kemalangan, kehilangan atau kegetiran. Kadang diselingi cerita ceria, kegiatan kreatif dan ‘kreatif’. Mengapa dalam tanda kutip? Karena terkadang dalam sudut pandang berbeda, aksi kreatif yang dimaksud hanyalah aksi bodoh dan merugikan orang lain.

    Imbas dari semua itu adalah saya terpapar informasi yang terlalu banyak, yang bahkan saya tidak tahu apakah saya membutuhkannya atau tidak. Sedikit banyak menjadi beban pikiran juga. Ruang pikiran yang mestinya diisi dengan kegiatan yang memberi manfaat nyata, dipenuhi oleh informasi-informasi yang tidak berguna. Suasana mental dan hati kadang juga terpengaruh. Kadang enak, kadang tidak.

    Media sosial memang dirancang untuk menjadi adiksi. Teknologi mereka memang membuat penggunanya dapat sampai pada tahap ketergantungan. Sehingga ketika mencoba untuk lepas, akan terasa sulit.

    Saya melihatnya dari sudut pandang, apakah saya betul-betul rugi jika tidak menggunakan media sosial? Apakah akan berdampak lansung bagi kehidupan sosial ekonomi saya sehari-hari? Apakah saya akan tercampak dari pergaulan jika saya tidak menggunakan media sosial? Apakah saya akan ketinggalan informasi jika tidak menggunakan media sosial?

    Saya juga perlu melihat apakah dengan meninggalkan media sosial, waktu yang tersedia akan terasa lebih bermanfaat? Lebih bisa saya gunakan untuk kegiatan yang lebih terasa manfaatnya?

    Entahlah. Saya masih akan mencoba rehat media sosial. Ini hari ke-14.

    Photo by Pixabay on Pexels.com
  • Apple’s Secret Admirer

    June 22nd, 2020

    Tulisan lama saya tanggal 15 Juni 2014.

    Saya selalu terkesan dengan Steve Jobs. Kagum mungkin. Waktu SMP saya ingat pernah bersentuhan dengan produk Apple, komputer kalo tidak salah. Waktu itu logo Apple masih yang warna-warni. Hanya satu atau dua kali kali seingat saya. Waktu itu belum tau siapa Steve Jobs, belakangan juga baru tahu tahun-tahun itu Steve Jobs baru masuk Apple lagi.

    Saya mulai tertarik lagi dengan Apple ketika tahun 2010, saat iPad dirilis. Barang ini bagus, saya ikut jual-jualin waktu itu. Meskipun tidak ada yang laku. Baru kemudian saya tertarik dengan sosok Steve Jobs. Baca-Baca. Lalu kemudian beli biografinya persis setelah kematiannya 2011. Itu biografi tebal pertama setelah Sirah Nabi dan Sahabat, yang saya betul-betul tuntaskan dalam beberapa kali kesempatan baca.

    Saya senang kisah perjalanan hidupnya. Pidatonya di Stanford juga berulang saya dengar. Ini orang memang luarbiasa. Stay Hungry, Stay Foolish itu statement yang keren.

    Dan efeknya, saya senang dengan produk Apple. Namun –ini bagian teranehnya –  saya tak pernah punya gadget Apple dan masih setia dengan Android. Hahaha. Ya begitulah. Saya kagumi produk-produknya, tapi tak pernah punya. Ada bebeberapa kali kesempatan saya ingin sekali beli iPod dan iPhone, sudah mau klik icon ‘Buy this Item’ di layar laptop saya, tapi tetiba buyar. Seketika pertimbangan macam-macam muncul, dan akhirnya batal beli. Macbook adalah barang yang paling saya inginkan disaat yang lain. Tapi selalu saja jadi malas ketika akan berikhtiar membeli.Lagi-lagi tak jadi Aneh,iya, aneh. Saya saja heran. Hahaha.

    Belakangan saya punya keinginan bahwa saat saya memang akan memiliki barang-barang ajaib itu, adalah ketika saya adalah orang yang benar-benar mampu menggunakan segala kesempurnaan yang dimilikinya.

    Ah, sudahlah.

    …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

    22 Juni 2020

    Hari ini? Masih konsisten belum pernah beli sendiri produk Apple, tapi mulai menggunakannya secara rutin. Dikasi pinjam. Hahaha.

  • APA ITU BEDAH JANTUNG?

    June 19th, 2020

    Mendengar frasa bedah jantung bagi sebagian orang terdengar menakutkan. Karena berhubungan dengan organ paling vital pada tubuh. Jantung adalah organ yang dipersepsikan sebagai tanda kehidupan. Jantung berdetak pertanda seseorang masih hidup. Jantung yang berhenti adalah pertanda buruk. Sehingga apapun kondisi yang berhubungan dengan jantung akan dianggap sebagai sesuatu yang teramat sangat penting dan sebisa mungkin jangan diusik, karena resiko adalah antara hidup dan mati.

    Namun, berita buruknya, jantung adalah organ tubuh yang paling beresiko menimbulkan morbiditas (kena sakit) dan mortalitas (kematian) pada seseorang. Penyakit jantung koroner adalah pembunuh nomor satu di dunia saat ini. Pada penyakit ini terdapat sumbatan pada pembuluh darah koroner (pembuluh darah yang menyalurkan oksigen dan nutrisi untuk jantung agar dapat berdetak) sehingga membuat fungsi jantung menjadi menurun, dengan gejala utama yang paling sering yaitu nyeri dada. Selain jumlah kasus yang terus bertambah, rataan usia penderitanya semakin muda dari tahun ke tahun. Penyakit jantung katup (klep jantung) juga semakin banyak diderita. Begitu pula penyakit jantung bawaan, terutama pada anak-anak. Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian yang serius dari kita semua.

    Lalu apa kaitannya dengan Bedah Jantung? Salah satu modalitas atau cara penanganan penyakit jantung adalah dengan bedah jantung. Sering kita mendengar istilah operasi bypass atau operasi ganti katup. Kedua jenis operasi ini adalah operasi jantung.

    Operasi bypass adalah istilah lazim untuk bedah pintas koroner ( Coronary Artery Bypass Graft atau CABG). Operasi ini bertujuan untuk membantu pasien yang menderita penyakit jantung koroner dengan cara membuat bypass /jalur pintas aliran darah melewati sumbatan koroner dengan menggunakan pembuluh darah dari pasien sendiri (graft). Outcome atau hasil dari operasi ini sangat baik. Operasi katup adalah jenis operasi jantung yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti katup (lazim disebut ‘klep’) jantung yang mengalami kerusakan. Operasi jantung juga dapat dilakukan untuk pasien yang didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan sejak lahir. Sehingga kelainan yang ditemukan dapat segera dikoreksi sehingga jantung dapat berfungsi normal atau paling tidak ‘mendekati’ normal.

    Operasi ini dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vakular (Sp. BTKV), dokter Spesialis Anestesi khusus Bedah Jantung, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah, perawat anestesi dan perawat bedah dan perfusionist yang mengoperasikan mesin pintas jantung paru. Pasca operasi pasien akan ditangani bersama oleh tim diatas bersama dokter konsultan intensivis dan perawat di ruangan ICU dan ruangan biasa,  hingga akhirnya pasien dapat berobat jalan. Bidang spesialis lain tentu juga berperan jika terdapat kondisi terkait yang memerlukan konsultasi. Nutrisi pasien ditangani dokter Spesialis Gizi Klinik dan pemulihan pasien ditangani oleh Spesialis Rehabilitasi medik. Nutrisionis, fisioterapis,petugas administratif dan petuga teknis lain semua berkolaborasi hingga pasien dapat menjalani operasi dengan lancar dan kembali pulih.

    Saat ini bedah jantung telah jauh berkembang. Berbagai Teknik baru telah dikembangkan. Masa rawatan pasien semakin pendek. Penangana nyeri pasca operasi yang optimal. Pemulihan setelah pulang dari rumah sakit sangat terkontrol. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan bingung lagi tentang bedah jantung jika suatu ketika membutuhkan layanan ini.

  • Masjid dan Anak-anak

    June 8th, 2020

    Kadang, berisik anak-anak di masjid memang mengganggu. Entah shalat atau ibadah lain jadi tidak nyaman, bahkan ada yang terpancing emosi. Namun, berisik itu mungkin lebih baik dari pada mereka berisik ditempat lain diluar masjid. Setidaknya pada saat itu, mereka ada di masjid. itu saja sudah lebih baik.

    Mesjid di dekat kosan saya sering ramai anak-anak. Kalo subuh, ada beberapa yang rutin saya lihat hadir. Usia 4-6 tahun. Mungkin ikut bapaknya, mungkin memang sudah kebiasaannya. Paling semarak, ya maghrib. Biasa. Dimana-mana juga begitu. Yang mungkin tidak biasa, berisik anak-anak ini minimal. Selalu ada bapak-bapak yang meluangkan waktunya mengatur shaf anak-anak tersebut. Tiap anak diselipkan diantara orang dewasa di setiap shaf. Bahkan beberapa kali, shaf pertama juga kebagian selipan. Efektif memang, shalat jadi lebih tidak berisik. Meskipun shalatnya macam-macam gayanya. Ada yang goyang-goyang, liat kanan-kiri nyari temennya, bergumam nyanyi, atau yang gak tahan kabur ke belakang. Namun ini efektif menguragi berisik dan lebih nyaman. Beberapa anak-anak ini rutin ke masjid dan ada yang otomatis nyelip sendiri ke shaf-shaf. Pembiasaan yang berhasil mungkin.
    Apapun, anak-anak dimasjid adalah kebaikan. Dan semestinya orang dewasa mendukung ini. Semoga.

    AU

    20.08.19

  • Selalu Ada Kanak-kanak Dalam Setiap Kita

    June 6th, 2020

    Usia mereka pastinya tidak muda lagi. Enam puluh sampai 70-an aku rasa. Siapapun yang melihat mereka setidaknya akan menduga seperti itu. Namun sesuatu membuat mereka tampak muda, bahkan seakan lebih muda dari beberapa pemuda yang seringnya mengisi shaf kedua (dan masbuq pula). Semangat yang membuat mereka tampak lebih awet muda.
    Mesjid tempatku biasa sholat ini memang tidak terlalu bagus. Meskipun ditengah kota (kalaulah boleh tempat ini disebut kota), masjid yang ‘hampir’ berlantai 2 ini, seperti tidak pernah menemukan kemapanannya. Selalu saja dalam keadaan direnovasi. Bocor sana-sini saat hujan. Setiap pojok masjid diisi oleh tumpukan bahan bangunan, yang entah kenapa, seperti sudah bosan menunggu dipekerjakan tukang-tukang itu. Shaf-nya pun kadang-kadang digeser satu-dua baris kebelakang karena bocor atau saat ada renovasi. Namun, sekali lagi, semua itu juga rasanya tertutupi oleh yang namanya semangat itu.


    Aku menemukan sesuatu yang berbeda disana. Masjid ini boleh dikatakan selalu ramai saat shalat berjamaah 5 waktu. Hanya saja komposisinya persis seperti dihampir sebagian besar masjid dinegeri ini. Ibuk-ibuk lebih banyak dari bapak-bapaknya, dan yang tua-tua mendominasi dibandingkan anak muda. Naaaah, diantara itulah kutemukan sesuatu yang unik. Ejawantahan dari semangat tadi kurasa.


    Setiap kali ada jeda antara adzan dan iqamah, selalu ada seorang bapak-bapak yang berjalan bawa bakul sumbangan pembangunan masjid. Petugasnya ini bergantian sepertinya. Tak ada perbedaan, mereka semua bersemangat!! Tak jarang sampai 2-3 putaran mereka menggoyang-goyang bakul itu untuk memancing selembar uang dirogoh dari saku. Bapak-bapak petugas ini pasti mengeluarkan lelucon, kadang-kadang sarkastik, ke bapak-bapak tua yang lain sambil berjalan. Yang paling sering kena celutukan itu yang tidak menyumbang. Bapak-bapak itu biasanya membalas lelucon itu. Mereka tertawa sebentar kadang-kadang. Hahaha. Tak ada emosi disana. Selalu yang tampak adalah keceriaan mereka. Ya, betul, keceriaan. Dan itu diantara adzan dan iqamat.


    Selain itu yang sering aku perhatikan, mereka suka usil satu sama lain. Persis anak muda. Kadang bapak no.1 diam-diam nyolek bapak 2. Lalu bapak 1 pura-pura tidak tahu,sambil menahan senyum (yang kadang, mulut ompong mereka tidak sanggup menyembunyikannya. Bapak 2 bingung dan mencari-cari siapa yang nyolek. Masuk bapak 3 nyelutuk dan membongkar kebiadaban bapak 1. Lalu setelah itu mereka tertawa bersama. Ya, mereka seperti anak-anak. Bukan cuma anak muda lagi.


    Ada juga yang sibuk menghitung berlembar-lembar uang miliknya, setelah dengan ikhlasnya menyumbangkan selembar diantaranya. Lalu bapak disebelahnya nanyain itu duit buat apa, mending disumbangin. Spontan si bapak menjawab, uang itu buat traktir dia,nanti sepulang shalat, makan siang dirumah makan padang dekat mesjid. Dialog aslinya betul-betul lucu.


    Ada beberapa lagi kejadian ‘penuh semangat’ itu. Tapi, cukuplah, itu saja dulu.Aku mau sarapan.

    12 Agustus 2010
    Di kamar,6.22 pagi,matahari cukup cerah.

←Previous Page
1 … 6 7 8 9 10 11
Next Page→

Create a website or blog at WordPress.com

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • auliarahman.id
      • Join 31 other subscribers
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • auliarahman.id
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Report this content
      • View site in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar